Ramadhan Bulan Kebersamaan, Jihad dan Ibadah | Internetan Gratis

Ramadhan Bulan Kebersamaan, Jihad dan Ibadah

Ramadhan bulan kebersamaan, bulan jihad dan bulan ibadah.

Ramadhan Bulan Kebersamaan, Jihad dan Ibadah

Ramadhan, Bulan Kebersamaan, Jihad dan Ibadah - Ketika bulan puasa tiba, kaum muslimin menyambutnya dengan suka cita karena dahsyatnya keutamaan bulan Ramadhan ini, baik mereka yang miskin maupun yang kaya. Orang miskin menyambut bulan Ramadhan karena ia akan mendapat kucuran rezeki dari orang kaya, baik melalui zakat, sedekah, infak maupun pengeluaran lainnya. Sementara itu, orang kaya menyambut bulan Ramadhan dengan penuh bahagia, karena ia dapat menghilangkan skat-skat kelas di tengah masyarakat, dengan menghadap ke Kiblat yang sama ketika mendengar adzan fajar, dan berbuka bersama ketika adzan maghrib mengudara dari menara masjid dan mushola.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ.أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana diwajibkan kepada orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang yang bertakwa; (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Barangsiapa diantara kalian yang menderita sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) adalah membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang mengerjakan dengan kerelaan hati, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahuinya." (al-Baqarah:183-184)
Ramadhan Bulan Kebersamaan

Kebersamaan yang terjadi pada bulan Ramadhan itu merupakan karunia Allah. Tidak ada ajaran atau pemikiran yang dapat menyatukan persepsi atau kesamaan di antara kelas-kelas yang terdapat di tengah masyarakat selain ketentuan hukum Allah ﷻ. Pada bulan Ramadhan seperti bulan-bulan lainnya, orang beriman sama-sama menjalankan kewajiban ibadah kepada Allah ﷻ. Di samping kewajiban puasa, juga terdapat kewajiban ekonomi, seperti zakat fitrah, uang dan berbagai zakat lainnya yang termasuk dalam kategori kewajiban pihak yang kaya terhadap orang miskin.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usaha kalian yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kalian. Janganlah kalian memilih yang buruk-buruk untuk diinfakkan, padahal kalian sendiri tidak mau mengambilnya. Ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya, Maha Terpuji." (al-Baqarah: 267)
Penyatuan itu tidak terbatas pada yang wajib saja, tetapi juga pada yang sunnat. Rasulullah ﷺ menganjurkan untuk saling berbagi santapan berbuka puasa, baik bagi orang miskin, para musafir, maupun lainnya yang disentralisasikan di masjid untuk dinikmati bersama dalam acara buka puasa  bulan Ramadhan yang diteruskan dengan shalat berjama'ah.

Puasa sunnah ataupun di bulan Ramadhan sebagai ibadah tidak terbatas pada kewajiban hamba terhadap Khaliq semata, tetapi juga telah menyatu dengan ibadah-ibadah sosial yang lain. Ia telah menyatukan persepsi di antara berbagai jenis warna kulit, suku dan kabilah manusia yang hidup di permukaan bumi ini. Mereka bersatu di bawah ketentuan Allah ﷻ dan Rasul-Nya, mencari ridha Allah dan menyusun kekuatan komunitas muslim yang tangguh, dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk tantangan kemiskinan yang menjerat leher kebanyakan ummat dewasa ini.

Diriwayatkan oleh al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak, bahwa Mu'awiyah bin Abi Sofyan mengirim uang untuk 'Aisyah, ummu al-mu'minin, sebanyak delapan puluh ribu dirham, sementara itu 'Aisyah dalam keadaan puasa. Uang tersebut seluruhnya kemudian dibagi-bagikan 'Aisyah kepada fakir miskin. Pembantu 'Aisyah bertanya: 
Wahai ummu al-mu'minin, apakah anda tidak mampu membelikan sepotong daging untuk berbuka puasa kita?", 'Aisyah Menjawab: "Wahai anakku, kalau kamu ingatkan sebelumnya, niscaya aku akan melakukannya."
Ramadhan Bulan Jihad

Kesatuan dan kesamaan tujuan itu telah membuat ummat Islam kuat dalam menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi. Sejarah membuktikan bahwa jihad di Perang Badar pecah pada tanggal 17 Ramadhan. Ummat Islam memperoleh kemenangan yang gemilang melawan kafir Quraisy dalam peperangan yang dahsyat di bulan Ramadhan itu. Rasulullah ﷺ bersabda: 
Sesungguhnya Allah telah memberi kemenangan kepada Mujahid Badar. Ia (Allah) berfirman kepada mereka: "Kerjakan apa yang kalian inginkan Aku telah mengampunkan kalian."
Pada bulan Ramadhan tahun kedelapan Hijriyah, tentara muslim berhasil menaklukan kota Makkah, di mana sebelumnya ummat Islam terusir dari kota ini karena kebiadaban orang kafir Quraisy. Pada  tahun itu mereka kembali dengan semangat jihad yang kuat didukung iman dan keyakinan yang kokoh, di bawah kepemimpinan Rasulullah ﷺ.

Sekalipun dahulunya mereka diancam sehingga harus meninggalkan negeri leluhur, tetapi ummat Islam tidak merasa dendam. Malah orang kafir Quraisy mendapat kemaafan dari Rasulullah ﷺ yang sangat populer dalam sabda beliau: 
Pergilah sesuka hati! Sekarang kalian bebas."
Sejarah keemasan ummat Islam banyak tercatat di bulan Ramadhan. Pahlawan agung Thariq bin Ziyad atas perintah dari Gubernur Musa bin Nusair di Afrika Utara telah menembus belahan Eropa untuk berda'wah. Thariq bahkan menjelaskan kepada para tentaranya untuk tidak akan kembali lagi ke negara asal mereka sebelum da'wah dan masyarakat muslim terwujud. Ia telah berhasil menyebarkan jihad da'wah di Spanyol dan di belahan bumi Eropa lainnya.

Kepiawaian jihad Salahuddin al-Ayyubi mengusir tentara salib Eropa dari masjid Aqsa dan dari negara-negara Arab Islam lainnya juga berlangsung di bulan Ramadhan. Dalam perang yang dahsyat itu, menurut catatan sejarah, genangan darah manusia di Masjid Aqsa digambarkan telah mencapai leher kuda. Inilah bentuk kebiadaban perang yang diprakarsai oleh Eropa.

Sungguhpun demikian, ummat Islam tetap kokoh menghadapi penjajahan Barat di bawah naungan syari'at Allah ﷻ. Puasa Ramadhan yang merupakan pendidikan untuk mewujudkan kesehatan fisik dan jiwa yang prima, menjadi pendorong utama dalam kesiapan berjihad demi agama Allah, yang Maha Benar di atas segala-galanya.

Jihad tidak hanya tercatat dalam syari'at dan sejarah, tetapi harus tetap berlaku dan menjadi cita-cita suci bagi setiap muslim. Apalagi di zaman ini, kejahatan dan tindak kebiadaban terhadap ummat Islam tambah merajalela seperti di Palestina, Suriah, Rohingya dan negeri-negeri muslim lainnya. Karena itu merupakan cambuk bagi ummat untuk mengibarkan bendera jihad dalam menegakkan kebenaran dan memusnahkan kebatilan, sesuai dengan sabda Rasulullah ﷺ: "Perangilah hawa nafsumu sebagaimana engkau berjihad terhadap musuhmu."

Ramadhan Bulan Ibadah

Ibadah di bulan Ramadhan tidak hanya terbatas pada bulan puasa, menahan diri dari makan dan minum serta nafsu syahwat, tetapi lebih dari itu, yang meliputi puasa, salat tarawih, tilawah Qur'an, dzikir, tahlil, belajar untuk menambah wawasan dan lain-lain. Ibadah tilawah (membaca) Qur'an mempunyai keterkaitan yang sangat erat dengan bulan Ramadhan.

Qur'an diturunkan pada bulan Ramadhan, sehingga disebut dengan malam Lailatul Qadar, yaitu malam di mana Allah menurunkan wahyu-Nya pertama kali pada junjungan kita Rasulullah ﷺ. Beliau diperintahkan: 
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Ia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Maha Pemurah. Tuhan yang mengajar manusia melalui kalam. Ia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." (al-'Alaq:1-5)
Ibadah membaca Qur'an di bulan Ramadhan dilakukan dengan bacaan yang benar, baik tajwid, makhraj huruf, maupun memahami makna dari setiap apa yang dibaca. Dengan demikian, akan terjadi komunikasi terhadap apa yang dibaca. Apabila penjelasan-penjelasan Qur'an itu dapat dipahami, maka ia akan menjadi petunjuk dalam semua sikap dan tindakan.

Firman Allah tentang makna dari Qur'an itu sendiri: 
Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan-penjelasan yang berisikan petunjuk dan pembeda (antara yang hak dengan yang batil)." (al-Baqarah:185)
Apabila Qur'an dijadikan petunjuk dalam hidup dan kehidupan, maka kita akan selamat dari dunia sampai ke akherat, sesuai dengan jaminan yang diberikan Rasulullah ﷺ: 
Aku tinggalkan kepada kalian dua hal, yang jika kalian berpegang teguh padanya, niscaya kalian tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu Qur'an dan Sunnahku."
Dengan petunjuk Qur'an dan Sunnah Rasulullah ﷺ, maka ibadah puasa kita akan diterima oleh Allah dan kita akan dimasukkan ke dalam surga Na'im. Mudah-mudahan ibadah puasa kita dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan tuntunan Qur'an dan Sunnah, di mana puasa bukan semata menahan diri untuk tidak berkata bohong, berbuat kebatilan dan perbuatan-perbuatan kotor lainnya.

Apabila ibadah ini dapat dilakukan dengan sempurna, maka kita akan tergolong orang-orang yang dijanjikan Allah di dalam Hadits Qudsi yang artinya: 
Semua pekerjaan anak-cucu Adam adalah untuk dirinya kecuali puasa, sesungguhnya puasa adalah untuk-Ku dan Akulah yang akan memberi imbalan!."
Sekian penjelasan singkat terkait Ramadhan bulan kebersamaan, jihad dan ibadah mudah-mudahan semua amalan ibadah puasa Ramadahan kita mendapat diterima Allah ﷻ. Aamiin

Dilansir dari Buletin Dakwah
Hj. Barkah A. Jalil Ahmad
Alumnus Universitas al-Azhar Putri, Kairo 
Nama

Architect,1,Astronomy,1,Auto,9,Food,1,Health,13,History,9,Khazanah,65,News,2,Science,4,Sport,1,Style,2,Tech,33,Travel,4,Tricks,4,Videos,2,
ltr
item
Internetan Gratis: Ramadhan Bulan Kebersamaan, Jihad dan Ibadah
Ramadhan Bulan Kebersamaan, Jihad dan Ibadah
Ramadhan bulan kebersamaan, bulan jihad dan bulan ibadah.
https://2.bp.blogspot.com/-jfDCbZQ0gJE/W6TV_2Yq-6I/AAAAAAAAAR8/OgluZ9zWPNkyK6lWx-s6BIVQkPCEgPFvACLcBGAs/s400/ramadhan-bulan-kebersamaan-jihad-dan-ibadah.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-jfDCbZQ0gJE/W6TV_2Yq-6I/AAAAAAAAAR8/OgluZ9zWPNkyK6lWx-s6BIVQkPCEgPFvACLcBGAs/s72-c/ramadhan-bulan-kebersamaan-jihad-dan-ibadah.jpg
Internetan Gratis
https://www.internetan.gratis/2018/06/ramadhan-bulan-kebersamaan-jihad-dan-ibadah.html
https://www.internetan.gratis/
https://www.internetan.gratis/
https://www.internetan.gratis/2018/06/ramadhan-bulan-kebersamaan-jihad-dan-ibadah.html
true
474406421978589795
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy