Kesucian Diri, Cerminan Ibadah Haji | Internetan Gratis

Kesucian Diri, Cerminan Ibadah Haji

Menjaga kesucian diri dari Rafats, Fusuq, Jidal, yang tidak mewakili cerminan ibadah haji.

Kesucian Diri, Cerminan Ibadah Haji

Kesucian Diri, Cerminan Ibadah Haji - Rafats adalah senda gurau, cumbuan dan ucapan yang kotor. Fusuq adalah perbuatan maksiat dan Jidal adalah perdebatan. Semuanya adalah perbuatan kotor yang dapat merusak kesucian diri dan hubungan suci dengan Allah yang Maha Suci. Debat, terutama debat kusir, cenderung mencari-cari alasan dan argumentasi untuk memenangkan pendapat sendiri yang belum tentu benar. Karena itu, debat yang tidak disertai cara-cara terbaik seperti dituntunkan oleh agama yang hanif adalah perbuatan tidak terpuji, apalagi sewaktu melakukan ibadah haji. Semua perbuatan tersebut dinyatakan tidak terpuji pada tempat dan hari yang lain, tetapi amat sangat tidak terpuji bila dilakukan di tempat suci dan di bulan suci yang tidak mewakili cerminan ibadah haji.

Haji dilakukan di haram (bulan suci), Dzulhijjah, di tanah haram (tanah suci) dan sekitar masjid haram (masjid suci). Di bulan dan tempat ini tersimpan sejarah perjuangan suci dalam mengajak orang kepada kehidupan yang suci dan Rabb Yang Suci. Agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ dan yang dianut oleh ummat beliau hari ini bukanlah sebuah agama baru yang keluar dari tradisi suci perjuangan para Nabi dan Rasul Allah sejak permulaan kejadian.

Ia adalah agama suci, yang murni berasal dari Allah sejak Adam dan Hawa diturunkan ke bumi. Haji juga merupakan usaha menapak tilas dan ritual suci pendidikan untuk membawa manusia kepada kesucian. Sayang sekali kata-kata kotor, senda gurau yang mematikan hati, adegan/tontonan berbau sex dan kebohongan masih menghiasi sikap hidup sebagaimana orang yang pernah pergi haji atau berniat pergi haji.

Bila kita jujur menilai diri sendiri, maka media massa kita seperi televisi, radio, surat kabar, majalah dan dunia internet, dari waktu ke waktu tidak sepi dari kata-kata kotor, fitnah dan kebohongan. Pentas politik, ekonomi dan masyarakat kita juga penuh dengan kata-kata kotor, pornografi dan kebohongan. 

Bagaimana kita akan mencerdaskan bangsa dan mengajak ummat kepada kesucian, sementara itu kita masih berkata kotor, berbuat kotor dan menyebarkan kekotoran di tengah masyarakat. Orang semacam itu tidak akan pernah mendapat haji mabrur atau mengharapkan haji mabrur, yang imbalannya tidak lain dari surga.

Sepatutnya pada saat haji, kita memperhatikan masalah kesucian hidup lahir dan batin ini. Allah itu suci dan tidak menerima kecuali dari yang suci. Bibit yang kotor akan menghasilkan buah yang kotor. Kebesaran bangsa dan kemuliaan ummat tidak mungkin ditegakkan dengan kata-kata kotor dan perbuatan-perbuatan kotor.

Haji adalah sebuah jenis pelatihan pensucian diri. Ibadah ini dimaksudkan untuk membentuk kesucian pribadi sepanjang waktu sampai roh manusia kembali ke asalnya yang suci, yaitu Allah Yang Maha Suci. Ummat Islam diminta dalam keadaan ihram (kesucian) sepanjang hidupnya. Pengkudusan terhadap Allah tidak hanya di masjid suci dan di tempat suci.

Bumi ini adalah masjidnya orang beriman, tempat ia hidup, mencari ilmu, menggali potensi alam, bekerja dan membuat kemakmuran dalam rangka beribadah kepada Rabb Yang Maha Suci dan mendambakan kehidupan yang suci lahir dan batin. Tidak ada larangan untuk berbisnis, mencari karunia Allah, bahkan dalam masa haji, tetapi adalah bisnis suci yang tidak merusak haji yang bertujuan suci dan tuntunan agama yang suci.

Yaitu bisnis yang halal, investasi tanpa riba dan penipuan, yang berjalan sesuai tuntutan syari'ah, yang mengeluarkan zakat, infaq dan shadaqah, berdasarkan keadilan dan kemanusian. Dengan tegas sambungan ayat tentang haji diatas menyatakan:

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ
...Kalian tidak berdosa mencari karunia dari tuhan kalian!."(al-Baqarah: 198)
Para Mufassir menerangkan bahwa mencari karunia yang dimaksud adalah berdagang dan membuka usaha yang mendatangkan untung. Dalam surah al-hajj juga ditegaskan bahwa ibadah ini bertujuan:

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir." (al-Hajj: 28)
Manfaat yang dimaksud menurut para mufassir adalah manfaat dunia dan akhirat. Manfaat akhirat adalah balasan dari Allah ﷻ dan sorga, dan manfaat dunia antara lain adalah keuntungan dunia usaha dan perdagangan atau pekerjaan apa pun yang dilakukan seseorang dalam menopang hidupnya, tetapi mengharapkan keridhaan Allah.

Selanjutnya orang haji diminta untuk mengagungkan kesuciaan Allah (hurumati'llah), menjauhi sembahan orang musyrik dan patung serta menjauhi kata bohong dan kebatilan. Orang haji diminta untuk hanif kepada Allah ﷻ dengan menjauhi segala bentuk perbuatan kemusyrikan. Sikap kemusyrikan adalah sebuah dosa besar yang sangat menodai kesucian Allah Yang Maha Kudus.

Orang yang melakukan kemusyrikan tak obahnya seperti orang yang terjatuh dari langit lalu bangkainya dimakan burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. Semua itu adalah larangan dalam masa haji dan di luar masa haji. Selanjutnya pada ayat 32 dinyatakan lagi bahwa orang yang mengagungkan kesucian Allah, maka ia adalah orang yang mempunyai hati yang taqwa (al-Hajj: 27-32).

Haji di samping mengandung simbul-simbul, juga merupakan upaya untuk selalu ingat kepada Allah ﷻ. Allah ﷻ meminta kita untuk mengingat-Nya supaya ia juga ingat kepada kita, mengabulkan do'a-do'a kita, menyampaikan cita-cita kita, menjadikan hidup kita sejahtera di dunia dan akhirat. Ayat-ayat surah al-Baqarah mengenai haji di atas menyatakan:
 فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا
Bila kalian telah menyelesaikan manasik (haji) kalian, maka ingatlah kepada Allah seperti kalian ingat kepada nenek moyang kalian, atau lebih ingat lagi (dari itu)..." (al-Baqarah: 200)
Orang tidak mungkin melupakan keluarga, sanak saudara, ayah dan asal usulnya. Bahkan disaat berada di tanah suci, tidak jarang orang haji yang tidak rindu kepada sanak keluarganya, bahkan terhadap yang sudah meninggal dunia. Ingat kepada sanak keluarga yang sudah meninggal dapat dilihat dari usaha untuk menghajikan mereka atau berdo'a untuk mereka.

Ummat beriman diingatkan oleh ayat-ayat Allah agar ingat dan loyalitas kepada sanak keluarga jangan sampai mengalahkan ingat dan loyalitas kepada Allah ﷻ. Harta kekayaan, nikmat dunia dan anak cucu diperlukan dalam hidup dunia, tetapi yang dapat dijadikan bekal untuk hidup akhirat hanyalah amal kebajikan.

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا
Kekayaan dan anak cucu adalah perhiasan kehidupan dunia dan semua yang baik yang tersisa dari amal perbuatan itu adalah balasan terbaik di sisi Tuhanmu dan harapan terbaik." (al-khaf: 46)
Allah mengingatkan bahwa di antara kita ada yang berdo'a:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ
...'Wahai Rabb kami! Berilah kami (kebaikan) di dunia!', tetapi ia tidak mendapat bagian dari (kebaikan) hidup di akhirat." (al-Baqarah: 200)
Kita tidak cukup dengan membahagiakan diri dalam kehidupan dunia semata. Setelah kematian manusia, kita yakin seyakin-yakinnya, akan ada lagi kehidupan lain yang harus kita persiapkan dalam kehidupan di dunia ini. Di antara kita juga ada yang berdo'a:

 رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.أُولَٰئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِمَّا كَسَبُوا ۚ وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ
...'Wahai Tuhan kami! Berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta hindarkanlah kami dari siksa neraka!', Untuk mereka ada bagian (balasan) dari apa yang pernah mereka lakukan. Allah itu segera dalam memperhitungkan." (al-Baqarah: 201)
Sebagai penutup dapat disimpulkan bahwa ibadah haji mengandung berbagai makna yang dalam bagi ummat beriman, baik yang sedang berada di tanah suci, maupun yang sudah pernah haji, atau masih belum mendapat kesempatan untuk menunaikannya. Di antara maknanya adalah pendidikan untuk pensucian dari lahir dan batin dari sifat-sifat yang tidak layak bagi manusia beriman.

Dilansir dari Buletin Dakwah
Dr. Rifyal Ka'bah, M.A.
Nama

Architect,1,Astronomy,1,Auto,9,Food,1,Health,13,History,9,Khazanah,65,News,2,Science,4,Sport,1,Style,2,Tech,33,Travel,4,Tricks,4,Videos,2,
ltr
item
Internetan Gratis: Kesucian Diri, Cerminan Ibadah Haji
Kesucian Diri, Cerminan Ibadah Haji
Menjaga kesucian diri dari Rafats, Fusuq, Jidal, yang tidak mewakili cerminan ibadah haji.
https://3.bp.blogspot.com/-IJHxKYqBdzw/W6e5W0kU-5I/AAAAAAAAAis/TtUUrW6v1bEL5oKCBKP9_rQWQHKBYIKOACLcBGAs/s400/kesucian-diri-cerminan-ibadah-haji.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-IJHxKYqBdzw/W6e5W0kU-5I/AAAAAAAAAis/TtUUrW6v1bEL5oKCBKP9_rQWQHKBYIKOACLcBGAs/s72-c/kesucian-diri-cerminan-ibadah-haji.jpg
Internetan Gratis
https://www.internetan.gratis/2018/09/kesucian-diri-cerminan-ibadah-haji.html
https://www.internetan.gratis/
https://www.internetan.gratis/
https://www.internetan.gratis/2018/09/kesucian-diri-cerminan-ibadah-haji.html
true
474406421978589795
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy