Perang-perang Imperialisme Baru | Internetan Gratis

Perang-perang Imperialisme Baru

Tahun 1876, raja Belgia, Leopord II, merintis perang imperialisme baru,

Perang-perang Imperialisme Baru

Perang-perang Imperialisme Baru - Tahun 1876, raja Belgia, Leopord II, merintis imperialisme baru, menyempurnakan yang sudah berproses semenjak awal abad XVI. Raja ini mengerahkan armadanya memasuki sungai Kongo, Afrika Tengah yang sangat kaya-raya, yang luasnya 10 kali luas wilayah Belgia sendiri. Dan dengan kekuatan angkatan bersenjatanya, daerah perairan subur makmur ini dikuasainya sampai tahun 1908.

Tahun 1882 Inggris mengikuti Belgia dengan mengirim armadanya memasuki dan sekaligus menaklukan: Mesir, Sudan Rhodesia, Uganda serta langsung menjadikan semua daerah itu sebagai koloninya. Tahun 1902, setelah berperang tiga tahun, Inggris menaklukan Boer, sebuah negara merdeka, kemudian disatukan paksa dengan Cape Koloni dan Natal lantas dilebur menjadi sebuah pemerintahan dominion Afrika Selatan, di bawah kekuasaan Inggris.

Sejak tahun 1830, Perancis sudah merancang menduduki wilayah ini. Dia menguasai beberapa pelabuhan di Aljazair. Tahun 1858 ia sudah berhasil menaklukan seluruh wilayah Aljazair ini. Tahun 1881, Perancis menaklukan Tunisia, Sahara, Kongo Perancis, Gunia Prancis, Sinegal, dan Dahomey. Tahun 1905, hampir seluruh wilayah terbaik Afrika berhasil ditaklukkan dan menjadi daerah monopoli Belgia, Inggris dan Perancis.

Jerman dan Italia sangat berhajat juga merebut bagian-bagian tertentu daerah Afrika. Karena berbagai pertimbangan setempat dan merasa sudah memenangkan kompetisinya menguasai Eropa kontinental, Jerman menilai "jauh lebih berharga baginya menggalang persahabatan dengan Inggris daripada merebut duapuluh daerah koloni yang berawa-rawa di Afrika".

Namun karena desakan para pedagang, kaum industrialis, dan daya tarik pelayaran, agar ambil bagian dalam perlombaan masuk Afrika, akhirnya Raja Jerman, Bismarck, tahun 1884 mengumumkan Afrika Barat bagian Selatan dan Timur, serta tanah Togo sebagai daerah protektoratnya.

Tahun 1888, Italia juga memutuskan bahwa harus ikut ambil bagian dalam memperebutkan sisa-sisa wilayah Afrika yang masih ada. Dia bangun pangkalan di Somali bagian pantai Timur, terus menjadikan Abysinia sebagai daerah protektoratnya. Antara 1896 dan 1914 ia menaklukkan Tripoli dan Cyrenaica dari Turki, kemudian dijadikannya satu dengan nama Libia.

Seluruh benua Afrika habis dikapling-kapling secara buas oleh bangsa-bangsa Barat sebagai hasil pengerahan kekuatan militer yang sudah berabad-abad terlatih dan berpengalaman dalam kehidupan saling memerangi dan menaklukan.

Imperialisme di Asia

Imperialisme di Asia diawali Portugis yang tahun 1511 menaklukan Kesultanan Islam Malaka dan tahun 1519 menyebrang ke Maluku mengancam Kesultanan Islam Ternate. Awal tahun 1582 Rusia menyebrangi pegunungan Ural sampai ke Samudera Pasifik.

Di tahun 1763, setelah memperdayai Perancis, musuhnya, untuk menduduki India Inggris berhasil memproses anak benua itu menjadi bagian wilayahnya sampai berada di bawah kerajaannya secara keseluruhan di tahun 1858. Sebelum Inggris dan Belanda memburu Portugis ke Asia Tenggara, Inggris mengusir Portugis dari Semenanjung Malaka dan Belanda menendang Portugis dari Maluku, seterusnya menduduki seluruh Kepulauan Nusantara, mulai akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17.

Awal abad ke-19, tahun 1811-1816 Belanda terpaksa menyerahkan kekuasaanya di Nusantara kepada Inggris. Di akhir masa apa yang dikatakan "Perang Candu/Opium War", Inggris secara paksa mengambil sebuah pulau China, Hongkong, tahun 1842. Beberapa tahun kemudian Perancis membangun sebuah Protektorat atas Indo-China.

Tahun 1858, Rusia menguasai semua daerah belahan Utara sungai Amur. Setelah itu ia membangun sebuah kota, Vladivostok, dan seterusnya, dengan paksa berhasil menguasai seluruh wilayah China. Tetapi itu hanya sampai sekitar tahun 1880-an, karena negara-negara yang berkekuatan militer tinggi dan industrial, mulai berhajat menjadikan seluruh Asia sebagai daerah koloni mereka.

Harga tertinggi/termahal dari semua wilayah itu adalah Kekaisaran China dengan penduduknya 400.000.000 jiwa waktu itu dan luas wilayahnya sama dengan luas Eropa harus dikuasai, dengan cara Inggris tampil sebagai perintis, dengan menduduki Burma tahun 1885. Sepuluh tahun kemudian, terjadilah Perang China-Jepang pertama, 1894-1895. Hasilnya, Jepang memperoleh pulau Formosa dan China mencabut klaimnya terhadap korea. Di penghujung abad ke-19, beberapa kekuatan Eropa memprotes agresi Jepang itu.

Tahun 1897, Jerman Berdalih menuntut pembunuhan terhadap dua orang misionarisnya di China, hanya dengan mengukur pantai Kiaochow dan dengan hak istimewa/monopoli secara hukum untuk membangun jalan kereta api, serta melakukan penambangan mineral di seluruh semenanjung Shantung. Hampir di tahun itu juga, Rusia melakukan pemerasan untuk memperoleh hak membangun jalan kereta api melintasi China Manchuria ke Vladivostok.

Sementara itu, Inggris dan Perancis menuntut serta memperoleh hak pengawasan istimewa terhadap pelabuhan-pelabuhan penting di pantai-pantai China. Tahun 1898, sudah terlihat, bahwa kemerdekaan/kebebasan China akan pupus secepatnya. Negara-negara barat sudah merumuskan, paling kurang, bagian Selatan kekaisaran itu akan jatuh ke tangan Perancis, sesuai dengan batas-batas pengaruhnya. Bahwa Inggris dan Jerman akan berbagi perolehan atas daerah bagian tengah. Rusia dan Jepang akan memperebutkan apa yang masih tersisa di belahan Utara.

Sekitar penghujung abad itu, imperialisme di China secara berturut-turut digoyang tiga perkembangan luar biasa, diantaranya:

1. tahun 1899 Amerika Serikat menyatakan China sebagai "daerah terbuka" bagi semua bangsa. Dengan ini China berharap Amerika mungkin akan menentang imperialisme.

2. tahun 1900, Society of Harmonious First yang terkenal dengan sebutan Boxers melancarkan gerakan pengusiran "setan-setan luar" yang bergentayangan keluar dari China. Kerusuhan besar terjadi, harta benda dirampok, ratusan orang asing mati terbunuh, termasuk seorang menteri Jerman. Walaupun pemberontakkan ini didukung pemerintahan pribumi China, namun akhirnya dia berhasil ditumpas oleh sebuah ekspedisi militer gabungan yang sangat kuat; Inggris, Jerman, Rusia, Perancis, Jepang, dan bahkan Amerika sendiri.

3. terjadi persaingan antar kekuatan imperialisme sendiri, yang masing-masing ingin memperoleh bagian yang semakin banyak, terutama antara Inggris, Rusia, Jerman dan Jepang. Tahun 1902 Inggris dan Jepang sepakat kerja sama melindungi daerah-daerah dan kepentingan mereka berdua dari ancaman Jerman dan Rusia.

Tahun 1904 kekhawatiran itu ternyata beralasan, karena Rusia memasuki Manchuria dan Jepang angkat senjata. Konflik berakhir tahun 1905 dengan kemenangan berada di pihak Jepang. Rusia dipaksa menyerahkan Port Arthur kepada Jepang dan mengakui kekuasaan Jepang atas Korea. Persaingan berlanjut terus, namun sampai terbit fajar Perang Dunia I meletus 1914-1918, sampai berlanjut ke Perang Dunia II 1939-1945, kebebasan China tetap jauh dari perolehan.

Amerika, sebagai penyusul, yang diharapkan meringankan penderitaan China, ternyata menjadi musuh yang lebih kejam. Rasanya tidak masuk akal, Eropa, terutama Eropa Barat, berhasil mendominasi dunia Afrika-Asia, yang geografis demikian luas dan jumlah penduduk yang begitu besar, tanpa ada faktor-faktor dominan pendukung yang dimiliki mereka. Faktor-faktor dominan itu adalah kekuatan militer, kekuatan senjata, politik tipu daya, mental adu domba, penguasaan ilmu/teknologi dunia, dan yang paling penting semangat nafsu budaya perang mereka/battle axe spirit.

Source: Pergumulan Timur Menyikapi Barat: Dasar-dasar Oksidentalisme
Prof. Dr. Burhanuddin Daya 
Nama

Architect,1,Astronomy,1,Auto,9,Food,1,Health,13,History,9,Khazanah,65,News,2,Science,4,Sport,1,Style,2,Tech,33,Travel,4,Tricks,4,Videos,2,
ltr
item
Internetan Gratis: Perang-perang Imperialisme Baru
Perang-perang Imperialisme Baru
Tahun 1876, raja Belgia, Leopord II, merintis perang imperialisme baru,
https://2.bp.blogspot.com/-AhLmLP5oXtc/W6Y0m54ZjHI/AAAAAAAAAbY/LtCqgbxna1sEquJNaW40iNxXvvxL_7E2ACLcBGAs/s400/perang-perang-imperialisme-baru.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-AhLmLP5oXtc/W6Y0m54ZjHI/AAAAAAAAAbY/LtCqgbxna1sEquJNaW40iNxXvvxL_7E2ACLcBGAs/s72-c/perang-perang-imperialisme-baru.jpg
Internetan Gratis
https://www.internetan.gratis/2018/09/perang-perang-imperialisme-baru.html
https://www.internetan.gratis/
https://www.internetan.gratis/
https://www.internetan.gratis/2018/09/perang-perang-imperialisme-baru.html
true
474406421978589795
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy